Pejelasan Tentang Tautan Gen Beserta Contohnya - GALINESIA
Proses persilangan terjadi maka gen-gen pada tetua akan diturunkan pada induknya. Namun tidak semua gen-gen tersebut seluruhnya terdapat pada induknya. ada beberapa gen yang bahkan dimiliki oleh tetuanya namun tidak dimiliki oleh induknya.

ilustrasi gambar oleh hellosehat.com

Jumlah gen dalam suatu organisme jauh melebihi pasangan kromosom. Artinya dalam suatu individu memiliki besar kemungkinan memiliki jumlah kromosom yang sama namun jumlah gen yang berbeda. dimana tiap-tiap rumus mengandung banyak gen yang beberapa diantaranya tidak bisa memisah dengan bebas.

Gen tersebut secara fisik dapat saling bertautan dengan kromosom namun kombinasi dapat terjadi dengan adanya pindah silang pada kromosom yang melahirkan sifat-sifat baru. Adanya pindah silang tersebut diakibatkan oleh pertukaran bahan DNA antara kromatid yang bukan berasal dari satu kromosom.

Kombinasi ulang antara gen yang bertautan merupakan sumber utama keragaman sifat di dalam satu spesies. kombinasi sifat atau gen baru dan juga kombinasi kromosom dapat berasal dari gen-gen orang tuanya yang belum muncul sifatnya atau tertutup dengan sifat lain.

Untuk mempelajari keragaman genetik tersebut maka seorang pemulia tanaman juga harus mempelajari kombinasi gen untuk mengembangkan kultivar atau varietas varietas baru. Dengan mempelajari kombinasi gen menjadi dasar untuk menentukan gen-gen mana yang terdapat pada kromosom yang sama serta urutan letak gen pada kromosom tertentu dan jarak jarak antar gen tersebut termasuk pemetaan kromosom.

Pentingnya mempelajari tautan gen dapat digunakan untuk perkiraan nisbah fenotip yang mudah berubah dan perubahan genotip dalam persilangan persilangan yang berbeda. Selain itu pengetahuan mengenai jarak serta urutan gen ini bertujuan untuk mempelajari sifat kromosom kerusakan yang terjadi pada kromosom serta perkembangan organisme dan biokimia nya. Berikut akan kita bahas mengenai tautan gen pindah silang serta pemetaan kromosom.

Tautan Gen

Gen-gen yang terdapat pada kromosom ini bisa berasal dari ayah, ibu, atau keduanya. Berdasarkan asalnya Pada  tautan gen ini gen yang terdapat pada kromosom dibagi menjadi 3 yaitu :
1. pola pewarisan yang identik dari gen dan kromosom setelah terjadi proses mitosis dan meiosis.
2. Perwujutan organisme yang tidak normal karena kehilangan satu kromosom.
3. Sifat gen yang dikendalikan oleh seks

Sutton 1903 mengatakan bahwa gen gen dan kromosom secara fisik berhubungan dengan lebih dari satu gen pada tiap kromosom. pernyataan tersebut diperkuat oleh percobaan Morgan 1910 tentang gen yang dikendalikan atau bertaut seks pada lalat drosophila. Morgan melakukan persilangan pada lalat drosophila dan melihat penampakan sifat-sifat yang berada pada hasil persilangan drosophila.

Penyimpangan dari Teori Pemisahan dan Pengelompokan Bebas
Contoh kapri dengan sifat warna bunga dan bentuk benang sari (persilangan 1)

Persilangan ini dikerjakan oleh Bateson dan Punette pada tahun 1905 dengan persilangan dihibrida pada tanaman kapri dengan menggunakan varietas berjumlah 2. gimana sifat dari suatu varietas memiliki warna bunga ungu dan bentuk tepung Sari panjang sedangkan bunga yang satunya memiliki warna merah dengan bentuk tepung Sari bulat. hasilnya mereka mendapatkan sifat bunga kapri dengan dominan warna ungu terhadap warna merah dan tepung Sari yang panjang dominan terhadap tepung Sari bulat. sedangkan pada monohibrid memiliki masing-masing sifat yang menghasilkan nisbah 3 : 1 pada F2. Sedangkan pada dihibrida terdapat penyimpangan dari nisbah 9 : 3 : 3 : 1.

Batasan dan tunai menggunakan persilangan yang dapat digambarkan sebagai berikut ini :



Dengan analisis chi kuadrat ternyata data tidak sesuai dengan nisbah yang diharapkan 9 banding 3 banding 3 banding 1 di mana tiap sifat yang apabila dianalisis secara terpisah menghasilkan sebagai berikut :
315 ungu : 112 merah
323 panjang : 104 bulat

Jika dilihat maka hasil tersebut sesuai dengan nisbah 3 banding 1 hasil tersebut menunjukkan adanya pemisahan sekaligus pemisahan secara bebas  antara alel dari pasangan gen.

Dugaan Bateson dan Punette gen dominan pada bunga ungu dan tepung Sari panjang condong untuk tetap bersama sama pada gen resesif nya juga demikian yang disebut dengan istilah partial genetik coupling.

Untuk memastikan hipotesis tersebut maka dilakukan persilangan yang kedua.


Setelah dilakukan persilangan, hasil berupa data yang di gambarkan tidak sama dengan nisbah 9 : 3 : 3 : 1, berdasarkan hukum pemisahan serta pengelompokan bebas. penelitian lanjutan yang dilakukan oleh bateson dan punnett yaitu mereka melakukan uji silang untuk menentukan nisbah gamet yang dihasilkan oleh F1 yang bersifat heterozigot. Berikut adalah hasil nisbahnya,


berdasarkan data diatas maka tidak berlaku hukum Mendel 2 secara umum karena gen-gen tersebut tidak memisah secara bebas.

Coupling dan Repulsion

Setelah melakukan uji coba dengan persilangan dan punnett menciptakan istilah baru yaitu coupling dan repulsion. teori tersebut menjelaskan mengenai lokasi alel pada kromosom serta menjelaskan tentang percobaan yang pernah mereka lakukan.  pada kopling dan revolution memiliki perbedaan berikut adalah penjelasannya :

1. Coupling

peristiwa ini terjadi apabila salah satu tua memberikan kedua gen dominan sedangkan ketua yang lain memberikan kedua gen resesif.
Pada hasil tersebut susunan bisa dinyatakan sis

2. Repulsion

peristiwa ini terjadi apabila kedua tetua saling memberikan satu saja gen dominan dan satu gen resesif.
Hasil dari persilangan tersebut memiliki susunan yang disebut trans.

Note :
kedua istilah tersebut dapat digunakan namun teori bateson dan punnet tentang parsial genetik kopling sudah tidak berlaku. temuan tersebut merupakan temuan tautan gen atau lingke tetapi tidak mengetahui tautan tersebut. Pernyataan tersebut dapat disatukan dengan pernyataan sutton bahwa terdapat lebih dari satu gen pada tiap kromosom. penjelasan tautan gen tersebut dilakukan oleh percobaan Morgan dengan menggunakan lalat drosophila.

Susunan Gen-gen yang Bertaut

warna bunga dan bentuk tepung sari pada tanaman kapri memiliki gen gen yang bertaut pada lokasi tertentu sehingga batasan dan punnet akan menjelaskan lokasi dari gen-gen yang tertaut pada suatu kromosom. susunan antara siswa dan trans pada tanaman kapri diploid dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini :

Pada contoh diatas kombinasi untuk memperlihatkan tautan tidak dapat ditulis karena gen terpaut pada kromosom yang homolog. namun kombinasi tersebut dapat digambarkan dengan menggunakan 1/2 bila jika menggunakan dua garis atau 2 kromosom jika di rasa bingung.
berikut adalah persilangan dari coupling dan repulsion :


Uji Silang dari Individu Heterozigot

Bagan berikut ini merupakan hasil dari uji silang dari tanaman kapri F1 yang heterozigot dengan susunan kopling. Jika tidak terdapat pindah silang di antara gen yang saling bertautan maka diperoleh nisbah seperti yang terjadi pada monohibrid.

Sedangkan jika terjadi pindah silang maka akan diperoleh tipe yang sama dengan tetua serta tipe rekombinan. berikut ini adalah gambar jika terjadi pindah silang di mana daerah pindah silang tersebut disebut kiasma atau jika lebih dari satu disebut kias mata.

Hasil dari pindah silang yaitu 4 macam gamet PL, Pl, pL, pl. Hasil dari persilangan 4 macam gamet adalah sebagai berikut :
Keturunan : perbandingan gamet yang diperoleh oleh Bateson dan Punnet 7:1:1:7

Untuk menentukan presentase rekombinan maka diperlukan frekuensi gamet yang dihasilkan dan jarak peta serta perkiraan nisbah pada F2.

Post a Comment