Contoh dan Jenis METODE PENELITIAN Kuantitatif dan Kualitatif - Galinesia

7 Mar 2019

Contoh dan Jenis METODE PENELITIAN Kuantitatif dan Kualitatif

Penelitian merupakan aktivitas ilmiah yang dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi atas suatu objek penelitian. tentunya dalam melaksanakan penelitian tersebut memerlukan adanya suatu metode yang efektif dan efisien agar mendapat hasil penelitian yang sesuai dengan harapan dan tidak membutuhkan waktu yang lama tentunya. Dalam menentukan metode yang dapat dipilih untuk digunakan dalam proses penelitian harus disesuaikan dengan beberapa kriteria dan asumsi yang berlaku pada setiap metode penelitian itu sendiri. Untuk lebih jelasnya silakan perhatikan dan pahami setiap bagian-bagian dari bab ini.




Pengertian Metode Penelitian Menurut Para Ahli

Metode Penelitian menurut Subagyo dalam bukunya yang di terbitkan pada tahun 1997 menjelaskan bahwa metode penelitian adalah suatu cara atau jalan untuk mendapatkan kembali pemecahan terhadap segala permasalahan yang diajukan. Prof subabyo juga mejelaskan bahwa dalam penelitian harus didukung oleh beberapa teori yang mendukung dan sesuai dan relevan dengan penelitian tersebut.


Di dalam penelitian diperlukan adanya beberapa teori untuk membantu memilih salah satu metode yang relevan terhadap permasalahan yang diajukan, mengingat bahwa tidak setiap permasalahan yang diteliti tentu saja berkaitan dengan kemampuan si peneliti, biaya dan lokasi. Pertimbangan tersebut mutlak diperlukan, dan penelitian tidak dapat diselesaikan dengan sembarang metode penelitian.

Sedangkan menurut Sugiyono (1999 : 1) Metode Penelitian adalah “cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya bahwa penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk di akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya bahwa cara-cara yang yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (Bandingkan : hal-hal yang dilakukan paranormal). Sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logi”.

dari beberapa pengertian metode penelitian menurut para ahli diatas dapat kita simpulkan bahwa metode penelitian merupakan suatu cara atau alat yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan cara yang sistematis yang berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Orientasi dari aplikasi metode penelitian ini adalah untuk mencari data permasalahan yang ada kemudian diselesaikan dengan pengujian pengujian yang dilakukan. Data tersebut bisa berupa data kualitatif yang biasanya berisi tentang deskripsi dan data kuantitatif yang berupa data angka. namun ada beberapa data yang bersifat kualitatif dapat dikuantitatifkan dengan cara tertentu.

1. Metode penelitian kualitatif

metode ini merupakan metode yang merujuk pada aspek pemahaman dan lebih bersifat deskriptif serta memahami suatu masalah daripada melihat bagaimana permasalahannya. penelitian yang menggunakan metode kualitatif adalah penelitian bersifat kualitatif lebih condong menggunakan analisis yang memperjelas proses maknanya. adapun tujuan menggunakan metode penelitian kualitatif adalah untuk memperdalam pemahaman terhadap suatu permasalahan yang sedang dikaji secara mendetail.

sebelum melakukan penelitian seorang peneliti harus menentukan apakah penelitian kualitatif atau kuantitatif karena jika tidak menentukan terlebih dahulu maka akan sulit menentukan metode mana yang akan di terapkan. untuk mengetahui apakah penelitian yang dilakukan kualitatif atau kuantitatif berikut adalah ciri-ciri yang membedakan antara peneliti an kuantitatif dan kualitatif.

 a. Ciri-ciri penelitian kualitatif

penelitian secara kualitatif memiliki perbedaan dengan penelitian lainnya karena rata-rata sebuah penelitian itu didasarkan pada angka. berbeda dengan penelitian kualitatif, namun untuk mengenali suatu penelitian apakah itu kualitatif atau bukan terdapat beberapa ciri yang menggambarkan penelitian kualitatif.

1. Data berasal dari lingkungan sosial
data yang diambil dari penelitian kualitatif merupakan data yang berasal dari interaksi yang ada di lingkungan secara alami yang biasanya merujuk pada lingkungan sosial. sehingga kajian utama pada penelitian kualitatif sebagian besar berupa suatu kejadian dalam kondisi tertentu dan pada karakteristik sosial tertentu.

2. Bersifat deskriptif analitik
pengolahan data yang dilakukan oleh peneliti adalah mencatat pengamatan yang telah dilakukan serta mengumpulkan dokumen-dokumen lainnya seperti wawancara bersama responden dokumentasi kejadian analisis serta catatan-catatan lapang lainnya yang dicatat bukan dalam bentuk angka.

Analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan meningkatkan kapasitas informasi ke berbagai sumber kemudian dari informasi itulah dapat dibandingkan untuk menemukan hasil data yang sebenarnya.

3. Lebih menekankan pada proses
seorang peneliti sangat memerlukan data dan informasi yang berkaitan dengan beberapa pertanyaan yang menjadi permasalahan utama untuk memahamkan suatu proses bukan menjadi hasil akhirnya. pertanyaan yang diajukan sangat merujuk terhadap gambaran kondisi yang sebenarnya baik mengenai kegiatan prosedur ataupun alasan serta hubungan timbal balik yang terjadi pada saat suatu kejadian berlangsung.

4. Lebih bersifat induktif
Sama dengan penelitian pada umumnya, penelitian kualitatif juga diawali dari informasi lapangan berupa fakta empiris. dengan demikian maka peneliti langsung bertindak langsung ke lapangan untuk mencari pemahaman suatu proses. Suatu proses yang sedang terjadi di catat oleh peneliti dengan cara membuat seluruh dokumentasi termasuk catatan informasi berupa analisis, membuat laporan yang kemudian dapat ditarik kesimpulan dari proses yang dilakukan oleh peneliti.

5. Makna menjadi hal utama
arti atau makna yang diungkapkan adalah berasal dari pandangan orang-orang pada suatu kejadian yang dianalisis. selain itu informasi yang digali adalah pendapat orang-orang yang berkaitan baik secara langsung ataupun tidak langsung pada peristiwa yang sedang terjadi atau peristiwa yang sedang diteliti.

selain informasi yang didapat peneliti juga membandingkan baik dengan teori-teori yang telah ada atau membandingkan dengan kejadian yang diteliti oleh peneliti lain sehingga dapat ditarik kesimpulan. dengan demikian maka kesimpulan yang diambil adalah asumsi serta pandangan narasumber atau orang yang dimintai keterangan suatu peristiwa yang diteliti.

dengan penjelasan diatas maka kita dapat menarik garis besarnya bahwa penelitian kualitatif diawali dari :
1.  kejadian di lapangan  yang berlandasan lingkungan sosial alamiah dan tidak dikaitkan dengan teori terlebih dahulu.
2. Data ataupun informasi yang didapat dari permasalahan di lapangan ditarik kesimpulannya yang sebelumnya telah melalui pemain Paran tanpa menggunakan angka atau secara deskriptif analitik sehingga lebih merujuk pada prosesnya.

b. jenis jenis metode penelitian kualitatif

1. Fenomenologi
fenomenologi adalah salah satu dari beberapa metode penelitian yang mengkhususkan pada fenomena serta realita yang tampak untuk dikaji penjelasannya. metode ini diterapkan untuk mencari makna dari fenomena atau pengalaman yang terjadi dalam kehidupan.

Terapan dari metode ini dapat dilakukan dengan mengamati memperhatikan dan memahami serta menelaah fokus fenomena yang akan diteliti. pada tahap ini perlu melihat berbagai aspek subjective dari perilaku objek. setelah dilakukan pengamatan maka seorang peneliti melakukan penggalian informasi berupa data yang berisikan bagaimana pemaknaan objektif dalam memberikan arti terhadap kejadian yang berlangsung.

penggalian data dapat dilakukan dengan mencari narasumber serta memberikan beberapa kuesioner atau proses wawancara dengan tokoh tokoh terkait yang mengerucut kepada objek atau informan dalam penelitian, selain itu perlu juga melakukan observasi langsung terkait bagaimana objek penelitian dapat di interpretasikan pengalamannya.

2. Etnografi
Etnografi adalah metode penelitian yang berfokus pada kajian bahasa yang digunakan oleh pelaku sosial serta bentuk komunikasi masyarakat dan bagaimana bahasa dapat diterapkan sesuai dengan konsep budayanya. etnografi diterapkan dengan dua landasan utama yaitu aspek budaya atau antropologi dan bahasa atau linguistik. pada konsep bahasa atau linguistik bahasa dipandang sebagai perangkat penting yang harus ada dalam budaya masyarakat sosial.

metode penelitian etnografi diterapkan untuk mengkaji bentuk serta fungsi bahasa yang tersediadalam kebudayaan serta dimanfaatkan untuk interaksi antara sosial individu didalamnya. sehingga bahasa merupakan perangkat penting yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sosial.

hasil interpretasi dari metode penelitian etnografi umumnya digunakan untuk berorientasi pada aktivitas tertentu dalam masyarakat sosial bahasa kepercayaan konsep hidup ataupun cita-cita kelompok.

3. Studi kasus
metode ini digunakan untuk menganalisis kasus-kasus tertentu yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. tekniknya, dilakukan dengan secara teliti untuk mempelajari latar belakang suatu masalah serta hal-hal ataupun interaksi yang terjadi di dalamnya.

studi kasus dapat diterapkan pada suatu kesatuan yang bersistem yang berupa program kegiatan ataupun sekelompok masyarakat yang ada pada suatu keadaan tertentu. studi kasus diterapkan bukanlah untuk menarik suatu kesimpulan terhadap suatu kejadian dari individu ataupun masyarakat tetapi penerapan studi kasus hanya untuk pengamatan fenomena yang diteliti.

seorang peneliti yang menerapkan metode ini tidak harus mengamati suatu individu saja karena satu individu ini pasti berkaitan dengan individu lainnya sehingga pengamatan atau proses penggalian data bisa dilakukan pada lebih dari satu individu bisa juga mencakup orang ataupun objek yang masih memiliki satu kesatuan dengan fenomena tersebut. Sama seperti proses penelitian kualitatif lainnya, proses penggalian data pada metode studi kasus yaitu dapat dilakukan dengan pencarian narasumber terkait kemudian dilakukan wawancara observasi sekaligus dokumentasi. data yang didapat dilakukan analisis dibandingkan dengan teori lainnya sehingga studi kasus yang telah diamati akan menjadi bahan untuk memahami, menelaah yang kemudian dapat ditafsirkan maknanya sesuai dengan kejadian yang sudah diteliti.

4. Metode historis
Aplikasi dari metode ini lebih berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang sudah berlalu. dengan metode historis maka fenomena atau kejadian yang sudah berlalu dapat di adopsi datanya dan dapat dilakukan analisis. Sumber data yang dicari bisa diperoleh dari beberapa catatan sejarah artefak ataupun laporan-laporan verbal bahkan saksi hidup pun juga dapat dijadikan sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaran atas kesaksiannya.

ciri yang paling mencolok dari metode ini adalah rentang waktu yang terjadi.  di mana fenomena kejadian yang lalu jelas berbeda dengan kejadian atau fakta fenomena yang terjadi di masa sekarang sehingga pergeseran waktu itu pun harus dianalisis dengan sangat teliti. ciri lainnya dari metode historis adalah lebih dan mengandalkan data observasi yang sudah di tekiti dan dilakdila oleh orang lain.

Karena sumber datanya adalah saksi hidup tentunya sering ditemukan perbedaan hasil data dari individu satu dengan lainnya yang menjadi saksi. dengan kendala tersebut maka seorang peneliti haruslah bersifat objektif atau tidak condong pada satu saksi hidup saja dan yang lain juga harus dipertimbangkan. dengan demikian data yang didapatkan adalah data akurat dan dianalisis sehingga interpretasinya akan sesuai dengan kejadian yang sudah berlalu.

5. Metode grounded theory
metode penelitian ini dilakukan untuk menggali dan menemukan suatu teori atau menguatkan teori yang sudah ada hasil penelitian orang lain yang dilakukan dengan mengkaji prinsip serta kaidah dasar sehingga dapat ditarik kesimpulan yang berupa teori baru. dalam hal ini seorang peneliti harus mampu membedakan antara fenomena inti dan yang bukan fenomena inti sehingga teori yang dihasilkan terfokus pada fenomena inti atau fenomena yang sedang dikaji.

sama dengan metode penelitian kualitatif lainnya proses pengumpulan data pada metode ini dilakukan di lapangan termasuk observasi dan membandingkan antarakategorii, fenomena, dan situasi. fenomena yang terjadi adalah fenomena yang melalui berbagai penilaian berupa kajian induktif deduktif beserta verifikasi lainnya hingga datanya memiliki sifat jenuh.

2. Metode penelitian kuantitatif

Sesuai dengan judulnya, kuantitatif diidentikkan dengan angka. metode penelitian kuantitatif adalah suatu metode yang sering digunakan dengan gambaran yang lebih sistematis spesifik struktur serta terencana dan berhitung dengan baik dari awal hingga analisis data sehingga dapat ditarik kesimpulan.

penelitian yang menggunakan metode kuantitatif biasanya lebih menekankan pada data angka sehingga gambaran datanya terlihat lebih mendetail. data tersebut biasanya didukung oleh tabel ataupun grafik yang sangat memudahkan untuk dibaca dan diambil kesimpulannya.

ketika anda menggunakan metode kuantitatif ada metode lain yang sangat mendukung yaitu metode deskriptif survey perbandingan penelitian tindakan Expo serta korelasi.

a. Tujuan penelitian kuantitatif

penelitian secara kuantitatif memiliki tujuan yaitu untuk menentukan dan memperhitungkan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi tertentu. Penelitian kuantitatif desain menjadi dua macam yaitu secara deskriptif atau eksperimental (membuat percobaan).

penelitian secara kuantitatif dihitung dengan melakukan pengukuran sekali dengan beberapa parameter yang diukur. Sehingga hubungan antar variabel yang diteliti hanya berlangsung sekali saja. berbeda dengan deskriptif jika studi eksperimental dilakukan dengan mengukur antar variabel pada saat sebelum diamati dan sesudah diamati untuk melihat dan menentukan hubungan sebab akibat dari kejadian yang diteliti sehingga bisa dijadikan data yang siap untuk dianalisis.

b. Ciri-ciri penelitian kuantitatif

1. Untuk mendapatkan data dilakukan dengan menggunakan prosedur yang terstruktur seperti membuat desain percobaan atau kuesioner.
2. Data yang didapatkan kemudian dianalisis yang dasarnya berasal dari sampel yang menjadi representasi populasi
3. penelitian bisa dilakukan ulang pada level reliabilitas sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dan error yang sedikit
4. Data yang didapatkan berupa data angka atau statistik
5. Proses pengolahan data bisa dilakukan menggunakan aplikasi software komputer
6. orientasi utama dari penelitian kuantitatif adalah proses klarifikasi perhitungan ataupun konstruksi model statistik yang menggambarkan serta menjelaskan apa yang sedang diteliti dan yang sudah diukur
7. Terlalu fokus pada objektivitas yang tinggi dan mengesampingkan fenomena sosial.

c. Jenis penelitian kuantitatif
1. Eksperimental
metode ini digunakan oleh peneliti untuk mengetahui hasil perlakuan tertentu terhadap suatu objek yang akan diamati sehingga peneliti mengetahui pengaruh dari perlakuan atau treatment yang dilakukan yang manfaatnya sebagai rekomendasi ataupun evaluasi terhadap sebuah kebijakan ataupun aktivitas yang telah dilakukan. hasil dari penelitian metode eksperimental adalah berupa perbandingan antara perlakuan yang diberikan baik2 ataupun lebih dari 2.

jika hasil antara objek yang menerima perlakuan dengan objek yang tidak diberi perlakuan relatif sama atau sama maka perlakuan yang dilakukan bisa dibilang tidak efektif atau tidak berbeda. namun apabila masing-masing objek yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberi perlakuan memiliki perbedaan secara signifikan maka perlakuan atau treatment yang dilakukan adalah perlakuan yang efektif.

2. Metode survei
metode survei bukan hanya dilakukan untuk penelitian kualitatif saja tetapi pada penelitian kuantitatif juga dilakukan survei namun bersifat non eksperimental. metode ini digunakan jika seorang peneliti ingin mengetahui hasil analisis terkait tren perilaku atau asumsi dari objek dengan cara melakukan studi terhadap sampel dari objek tersebut. Metode survei yang digunakan meliputi studi cross sectional dan longitudinal, dimana pengumpulan datanya memanfaatkan narasumber yang diwawancarai secara terstruktur.  sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis ataupun diolah dan ditarik kesimpulannya yang merupakan hasil generalisasi.

d. Prosedur penelitian kuantitatif

Menurut Bungin proses penelitian kuantitatif terdiri dari tahapan yang berurutan,  yaitu :

1. eksplorasi perumusan dan penemuan masalah yang akan diteliti
2. Desain model penelitian dan parameter penelitian yang akan dilakukan
3. Desain instrumen pengumpulan data penelitian
4. Melakukan pengumpulan data penelitian yang berkaitan
5. Allah dan analisis data dari hasil penelitian
6. Desain laporan hasil penelitian.

setelah membaca penjelasan di atas maka dapat kita pahami dan kita bedakan tentang metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif.

Comments