Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Rumus Perhitungan Zakat Maal dan Zakat Fitrah

Sebagai seorang muslim tentunya anda tidak pernah asing dengan salah satu rukun islam ini. Zakat adalah suatu rukun yang wajib dijalankan oleh setiap muslim yang mampu mengeluarkanya. Sangking wajibnya, Allah ta'la telah menyampaikannya pada alquran dan juga dikuatkan oleh hadist Rasulullah. 
Kewajiban zakat telah termaktub dalam alquran surat Albaqoroh ayat 43, yaitu :

وَاَقِـيْـمُـوْاالصَّـلو ةَ وَاَتُـوْا الزَّكـَوةَ وَرْكـَعُـوْا مَـعَ الرَّكـِعـِنَ


Artinya : Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' 
(Albaqarah ayat 43)


Nah, setelah kita membaca kutipan ayat alquran diatas kita tau bahwa hukum zakat disetarakan dengan rukun lainnya yaitu shalat. Zakat sendiri dibagi menjadi 2  yaitu zakat Nafs atau biasa di sebut dengan zakat fitrah dan zakat maal atau zakat harta. Kedua jenis zakat tersebut memiliki perbedaan baik dalam waktu mengamalkannya dan takaran yang harus dipenuhi. Berikut akan kita ulas waktu yang tepat untuk mengamalkan zakat dan perhitunggannya.

ZAKAT FITRAH (ZAKAT NAFS) 
ilustrasi gambar oleh masakapaya.com
ilu
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh muslim laki-laki dan muslim perempuan dengan mengeluarkan makanan pokok sebesar 2,5 kg dan ada juga yang mengatakan 3,1 kg. Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan dengan tujuan untuk membersihkan nafz atau membersihkan diri. Zakat ini dikeluarkan pada waktu akhir dari bulan ramadhan. Namun, juga terdapat beberapa waktu diperbolehkannya mngeluarkan zakat fitrah. 

Waktu-waktu yang diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah 

1. Awal ramadhan sampai akhir bulan ramadhan
2. Hukumnya wajib ketika pada akhir bula ramadhan 
3. Dihukumi sunnah ketika akan atau setelah shalat subuh dan sebelum shalat idul fitri
4. Menjadi makruh apabila membayarkan zakat setelah shalat idul fitri namun belum sampai terbena matahari pada syawal tanggal 1
5. Menjadi haram ketika membayarkan zakat sesudah matahri terbenam pada hari raya

Syarat dan ketentuan zakat Fitrah

1. Muslim
2. Lahir sebelum terbenamnya matahari pada akhir bulan ramadhan
3. Mempunyai harta yang cukup, cukup untuk dizakatkan dan cukup untuk makan keeseokan hari

Allah selalu memberikan kebaikan serta manfaat terhadap kewajiban yang harus dijalankan oleh seorang muslim. Sehingga zakatpun juga memiliki kebaikan dan manfaatnya baik secara dhohir ataupun secara bathin salah satunya yaitu orang yang kita zakati menjadi senang klarena merasa dirinya diperhatikan dengan diberi sebagian bahan makanan. Secara bathin, zakat fitrah membersihkan diri dari sifat kikir dan memupuk sifat yang dermawan dengan saling berbagi.
seb
ZAKAT MAAL (ZAKAT HARTA)

ilusatrasi gambar oleh oknusantara.com

Allah adalah dzat pemberi rizki dan maha adil. Allah memberikan rizki kepada hambaNya juga dengan adil, namun jarang orang yang menyadari akan hal ini. Yang miskin ya sedikit harta yang kaya ya banyak harta. Padahal Allah sudah mewajibkan berzakat termasuk zakat maal kepada yang kaya untuk diberikan kepada yang miskin. Secara dhohir apa yang kita usahakan dan mendapatkan hasil adalah semata-mata rizki milik kita. Tetapi hakikatnya pada sebagian harta yang kita miliki adalah milik orang lain juga. Sehingga kitapun harus mengeluarkannya, selain memberikan hakorang lain juga melatih diri kita agar beterimakasih dan bersyukur kepada Allah atas apa yang dianugrahkan dengan membagikan kepada mustahik (golongan penerima zakat). 

Nah, salah satu hikmah yang Allah berikan adalah adanya hukum zakat maal atau zakat yang mengatur harta seorang muslim ketika sudah mencapai nisab. Pengertiam zakat maal sendiri adalah zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim apabila dirinya memiliki harta yang lebih dan mencapai nisab (batas jumlah dan waktu yang diwajibkan untuk mengeluarkan zakat). Artinya ketika seorang muslim memiliki harta lebih yang sudah mencapai batasnya untuk berzakat namun nisab waktu untuk berzakat belum ada satu tahun maka belum wajib berzakat, apabila seorang muslim memiliki harta lebiih dan sudah sesuai nisab secara jumlah serta sudah mencapai nisab secara waktu maka barulah seorang muslim tersebut di wajibkan berzakat.

Perhitungan zakat maal

Ada beberapa kriteria harta yang wajib dizakatkan ketika sudah mencapai nisab. Berikut beberapa harta yang wajib di zakati yang terangkum dalam tabel berikut ini :


Zakat yang dikeluarkan diberikan kepada mustahik zakat (orang yang menerima zakat). Namun terkadang kita sulit membedakan atau sulit mencarii. Sehingga alangkah lebih tepatnya jika kita menyalurkan zakat melalui amil zakat. Karena amil zakat juga harus memahami beberapa mustahik. Berikut akan kita ulas  sedikit tentang golongan orang yang menerima zakat.

Golongan Orang yang Menerima Zakat (Mustahik)
1. Fakir, orang yang tidak memiliki penghasilan dan tidak memiliki pekerjaan
2. Miskin, orang yang memiliki usaha namun belum mencukupi kebutuhan
3. Amil, orang atau golongan yang menyalurkan serta mengelola zakat
4. Muallaf, orang yang baru masuk islam
5. Riqob, adalah budak yang barusaja bebas
6. Gharimin, oang yang tidak mamu mebayar utang sementara utangnya adalah bukan perkara maksiat
7. Fisabilillah, orang yang berjuang dijalan Allah termasuk Da'i
8. Ibnu sabil, orang yang kehabisan biaya untuk pulang atau untuk kesuatu tempat dengan niat bukan maksiat.

Sekian ulasan daru kami seputar zakat fitrah dan zakat mall. Semoga bermanfaat dan terimakasih....