Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Cara Budidaya Ubi Jalar (Sederhana dan Menghasilkan)

Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Berbagai macam olahan ubi memberikan keunggulan tersendiri untuk meningkatkan nilai pasar ubi jalar. Beberapa contoh produk hasil olahan ubi jalar baik olahan basah ataupun olahan kering adalah kripik ubi, sambal goreng kering, klepon, selai, dan lain sebagainya.

Kandungan vitamin dalam ubi jalar seperti vitamin A, C, D, E, B1, B2, B3, dan B5 yang sangat bermanfaat bagi metabolisme manusia termasuk kesehatan. Manfaat lain dari ubi jalar adalah peningkatan energi tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu saja bahkan ubi jalar juga menjadi salah satu solusi untuk membantu program diet nih. karena makanan ini juga memiliki kadungan karboidrat sekaligus gula sehingga kita tidak perlu menambahkan gbula yang dapat memicu menumpuknya kadar gula. 

Budidaya ubi jalar sangat menghasilkan karena tidak membutuhkan input yang banyak karena tanamannya yang mudah beradaptasi. Dengan input yang minim (minim pupuk dan minim pestisida) budidaya ubu jalar dapat dilakukan dan tentunya menghasilkan. Sama seperti dengan komoditas lainnya, budidaya ubi jalar juga diawali dengan pengolahhan tanah, penananamn, dan seterusnya. untuk teknik-teknik budidayanya langsung saja kita bahas.

#Penyiapan bibit ubi jalar

Bibit ubi jalar didapatkan dengan berbegai cara seperti teknik kultur jaringan, dari ubi yang sudah dipanen, dan juga dari proses pembungaan. Bibit yang didapatkan dari teknik kultur jaringan memiliki kualitas yang paling bagi dibandingkan dengan bibit dari teknik yang lainnya. namun teknik kultur jaringan sangat sulit dilakukan oleh petani sehingga mayoritas petani lebih memilih bibit dari umbi yang memiliki kualitas bagus. 

Penyiapan bibit dilakuakn dengan memilih umbi yang bagus sebagai bakal bahan tanam.  Kemudian dibiakkan atau direndam hingga muncul tunas yang keluar dari umbi dipotong. setelah itu, potong bagian tunas dan siap untuk ditanam.

Cara kedua adalah perbanyakan vegetatif dengan distek. Tekniknya yaitu, indukan diambil dari tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. kemudian, potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terdapat dua ruas batang. Potong sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh.
#Pengolahan Tanah 

Ubi jalar sangat gemar dengan tanah yang gembur dan bahan organik sehingga konsumsi pupuk juga sedikit dan dapat menghemat biaya usahata tani. pengolahan tanah dilakukan dengan membajar tanah dan membuat bedengan  setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm. Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan.

Pengoalahan tanah dilakukan dengan sekaligus membersihkan lahan. Tujuannya agar meminimalkan serangan hama dan penyakit yang tertingggal didalam tana seperti hama Cylas yang menyebabkan umbi menjadi rusak dan hama penggerek batang. Penyakit yang sering menyerang adalah Kudis yang disebabka oleh patoghen Sphaceloma batatas pengendaliannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan biofungsisida dan melakuakn ortasi tanam serta penggunaan varietas tahan. 

Untuk budidaya ubi jalar secara organik, berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dan bahan organik. Pupuk kandang yang bagus adalah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing yang telah matang misalnya yang sudah diolah menjadi bokashi. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 20 ton per hektar.

#Penanaman Ubi Jalar


Ubi jalar ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terdapat dua baris tanaman saja. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Biasanya populasi tanaman perhektar adalah 36 ribu.
Ketika diawal penanaman perlu adanya pengaturan kelembaban tanah karena pada saat itu tanaman ubi masih rentan layu.Untuk menjaga kelebaban tanah bisa dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru.

#Pemeliharaan dan Perawatan

Tanaman ubi adalah tanaman yang mampu bertahan pada kondisi air yang minim. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air jika tanpa dilakukan penyiraman. Sehingga  tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus.
Pada 2-3 minggu setelah tanam perlu adanya pengataman. tujuannya adalah untuk melihat tanaman yang mati atau gagal tanam sehingga segera dilakukan penyulaman agar tanaman dapt seragam. Jika dilakukan lebih dari waktu tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman dalam satu lahan tidak seragam dan berdampak pada panen yang tidak serentak.
Pada umur 4 minggu setelah tanam, perlu dilakuakn pembongkaran kiri dan kanan tanaman dengan lebar 10 cm. Tujuannya adalah agar umbi terkonsentrasi pada jalur penanaman dan tidak menjalar kemana mana. Aktivitas ini dilakukan sekaligus dengan menyiangi gulma yang berada disekitar tanaman ubi. Pada minggu ini juga bisa dilakukan pemupukan menggunakan pupuk organik cair yang dilakukan bersamaan dengan penyiraman.
Pada umur 6-8 minggu setelah tanam, tanah yang dibongkar tadi kemudian ditutup kembali serta merapikan akar-akar yang menjalar keluar dari jalur penanaman. Kegiatan penataan akar ini penting dilakukan karena untuk menghindari menjalarnya ubi kemana mana. Jika ubi mejalar kemana mana maka umbi yang dihasilkan tidak akan terlalu besar. Selain itu, bisa jadi umbinya banyak namun ukurannya kecil-kecil.
#Pemanenan Ubi Jalar
Pemanenan ubi jalar bisa dilakukan pada umur 3,5-4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan mempeerhatikan cuaca atau umur tanaman di atas 3 bulan. Umbi yang siap panen kemudian hujan deras biasanya akan mudah membusuk. Hal ini terjadi pada budidaya ubi jalar yang dilakukan di musim kemarau. Apabila terjadi hal tersebut segera lakukan pemanenan, maksimal 7 hari setelah hujan untuk menghindari gagal panen.

Panen dikatakan berhasil jika tiap satu tanaman  minimal menghasilkan 1 kg umbi. Secara umum tanaman ubi jalar yang baik dan tidak terserang hama akan menghasilkan umbi lebih dari 25 ton per hektar. Bahkan pada ubi jalar varietas tertentu seperti kalasan bisa menghasilkan hingga 30-40 ton per hektar.

Setelah dilakukan pemanenan, ubi dapat langsung dipasarkan baik pasar lokal ataupun pasar internasional.