Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

4 Langkah Sederhana Budidaya Jagung Manis


Jagung merupakan komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Jagung dijadikan sebagai makanan pokok kedua setelah beras bagi mayoritas penduduk Indonesia. Adanya ketergantungan pangan terhadap komoditas jagung merupakan salah satu dampak dari swasembada beras yang menganjurkan seluruh masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi beras sebagai sumber pangan utama. Oleh karena itu, hasil panen jagung dituntut untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia karena kenutuhan mereka sehari-hari tidak terlepas dari jagung sebagai sumber energi. Selain itu, hasil panen jagung juga sebagai salah satu indikator kemakmuran masyarakat yang ditinjau dari perekonomian karena perekonomian berbanding lurus dengan kebutuhan pangan. 



Budidaya jagung sebenarnya manis sama seperti budidaya jagung lokal namun jagung panen memiliki masa panenyang sebentar atau berumur lebih pendek daripada jagung lokal. berikut langkah-langkah budidaya jagung manis :

1. Mengolah Lahan Tanam Jagung
Pengolahan lahan dilakukan dengan tujuan agar tanah menjadi gembur dan mebalikkan tanah agar gulma mati dan menjadi kompos. Tempat yang cocok untuk menananm jagung manis adalah lahan persawahan kemudian dibajak.  Usahakan agar lahan tidak tergenang air, bisa dilakukan dengan membuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dengan tinggi 20-30 cm, jarak antar bedengan 30 cm dan dalam satu bedengan terdapat 2 larikan untuk ditanami jagung.

Sebelum dilakukan penanaman perlu ditambahakan pupuk dasar 3 hari sebelum tanam. Pupuk dasar yang ditambhakan adalah urea dan sp36 dengan dosis 2 gram/lubang tanam. Kalau perlu tambahkan bahan organik dengan dosis 2 ton/ha agar aktivitas mikroorganisme dalam tanah menjadi meningkat. Cara yang lebih organik adalah dengan melakukan pemupukan awal dengan menggunakan pupuk kandang atau bokashi.  

Pada bokashi dari kotoran ayam banyak mengandung unsur nitrogen yang cepat terurai, sedangkan bokashi dari kotoran sapi atau kambing banyak mengandung unsur kalium (K) dan pospat (P). Dengan kombinasi keduanya akan memberikan banyak asupan unsur hara yang dibutuhkan oleh jagung untuk bisa tumbuh dengan subur dengan menghemat cost (biaya) karena bahan dasar berupa limbah.

2. Menanam dan Merawat Jagung Manis
Setelah lahan tanam selesai disiapkan selanjutnya adalah melakukan persiapan untuk menanam jagung manis. Usahakan Benih yang digunakan adalah benih yang tahan karena benih jagung manis biasanya rentan terhadap penyakit. Penanaman  jagung yang paling efekfif adalah dengan cara di tugal dengan cara membuat lubang pada larikan dengan kedalaman 2-3 cm sesuai dengan kedalaman akar, kemudian masukan 2 butir benih jagung manis. Setelah itu, tutup lubang dengan menggunakan kompos dan siram dengan air agar kelembaban dan kelengasan tanah terjaga. Biasanya dalam satu hektar lahan memerlukan benih jagung manis kurang lebih 8 kg. Untuk jarak tanam jagung manis yang optimal sekitar 60-75 cm, jarak tersebut adalah jarak ideal untuk mengatur jumlah populasi jagung di lahan yang luas. Jagung manis akan berkembang dengan baik bila dalam satu hektar lahan hanya ditumbuhi sekeitar 34.000-37.000 tanaman jagung.

3. Pemeliharaan dan Pengedalian Hama Tanaman
Sama seperti budidaya tanaman lain, budidaya jagung manis juga memerlukan perawatan yang cukup intens. Bila jagung ditanam pada musim kemarau diperlukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah, dan bila ditanam ketika musim hujan sangat rentan tehadap penyakit bulai yang menular lewat air dan angin. Penyakit lainhya yaitu Karat (Puccinia sorghi), Hawar daun (Helminthosporium turcicum), Hawar daun (Curvularia sp.) dan Hawar pelepah (Rhizoctonia solani) Penyakit tersebut bisa di kendalikan dengan aplikasi Trichoderma harzianum.

Hama yang sering menyerang tanaman jagung manis adalah Penggerek batang jagung (O. furnacalis), Ulat Tongkol (H. armigera), Kutu Daun (R. maidis), Belalang (Oxya spp.), dan Tikus (Rattus argentiventer). Pengendalian hama dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida.
Perawatan lainnya yaitu  pemupukan susulan, dengan aplikasi urea, Sp36, dan KCl untuk menjaga kandungan unsur hara di dalam tanah. Pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman berusia1 bulan setelah benih ditanam. Selain melakukan perawatan seperti yang disebutkan di atas, perawatan selanjutnya dalam budidaya jagung manis adalah dengan mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman.

4. Panen Jagung Manis
Jagung manis biasanya sudah mulai mengeluarkan bunga ketika berusia 45  hari setelah tanam. Rata-rata pada 1 tanaman jaung terdapat 2 tongkal jagung sehingga perlu untuk menghilangkan tongkol yang bagian bawah agar jagung bisa tumbuh dengan maksimal. Pemanenan dilakukan ketika ttanaman berumur 2 bulan sehingga jagung manis telakhmengalami kematangan yang optimal.