Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Pengertian Hidroponik, Jenis-Jenisnya, dan Cara Budidayanya (Lengkap)

Tanaman yang sehat berasal dari budidaya yang sehat pula. salah satu produk pertanian yang digadang-gadang untuk orientasi pertanian organik adalah komoditas sayuran atau komoditas hortikultura.  Komoditas hortikultura merupakan salah satu komoditas penting yang dituntut untuk memenuhi permintaan pasar. Salah satu contoh tanaman yang termasuk hortikultura adalah sayur sayuran dimana kebutuhan sayuran saat ini semakin meningkat terkait dengan kesadaran masyarakat akan gizi dan nutrisi bagi hidupnya karena sayuran merupakan unsur esensial di dalam tumbuhan. 

Adanya permintaan akan sayuran yang selalu meningkat memberikan masalah tersendiri pada bidang pertanian karena lahan pertanian yang digunakan sebagai tempat budidaya tanaman saat ini sudah banyak yang berkurang akibat dijadikan sebagai perumahan maupun perkantoran. Salah satu solusi untuk lahan yang semakin sempit sedangkan kebutuhan sayur terus meningkat adalah dengan budidaya sayuran hidroponik.


Pengertian Hidroponik


Hidroponik merupakan salah satu sistem budidaya pertanian yang tidak terlalu bergantung pada lahan yang luas. Hidroponik adalah budidaya pertanian tanpa menggunakan media tanah sehingga sistem budidaya hidroponik ini adalah sistem budidaya pertanian yang sangat berpeluang dimasa yang akan datang  karena dapat diusahakan diberbagai tempat, baik di desa, di kota, di lahan terbuka, atau di atas apartemen sekalipun. Ketergantungan akan media tanah tidak akan mempungaruhi sistem budidaya hidroponik.

Jenis -jenis Hidroponik

A. Menurut Modelnya ada 4 yaitu :

1. Hidroponik genangan (floating hydroponic), yaitu budidaya sayuran pada lubang sterofoam (gabus) yang mengapung di atas permukaan larutan nutrisi dalam suatu bak penampung dengan posisi akar yang tercelup pada larutan nutrisi tersebut.

2. Desain aeroponik, hidroponik dengan mengalirkan nutrisi tanaman dengan udara atau berupa angin dengan disemprotkan pada akar yang menggantung.

 3. Desain hidroponik tetes (drip system), yang prinsipnya memberikan air dan nutrisi dalam bentuk tetesan yang menetes secara terus menerus sesuai kebutuhan tanaman di daerah perakaran.

4. Desain hidroponik NFT (nutrient film technique), model budidaya hidroponik dengan cara meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Lapisan atau air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman yang dibudidayakan.

B. Menurut Medianya ada 2 :


 1. Hidroponik substrat, yaitu Hidroponik yang tidak menggunakan air sebagai media, tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi, air, dan oksigen serta mendukung akar tanaman seperti halnya fungsi tanah. Biasanya menggunakan media arang sekam yaitu medianya steril akan keberadaan pathogen penyebab penyakit, selain itu arang sekam juga tidak mengandung garam terlarut yang akan berpengaruh terhadap pH maupun tingkat keasaman media. Selain itu, juga bisa menggunakan media cocopeat yaitu media yang terbanyak dalam membentuk umbi terutama umbi bawang merah. Selain cocopeat, media yang juga dapat menghasilkan umbi dalam jumlah yang banyak yaitu campuran cocopeat dan pasir, zeolit dan arang sekam.

      
  2. Hidroponik Non Substrat,  merupakan cara bercocok tanam dengan menggunakan media air.  Jadi metode tanam yang satu ini tidak menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dengan metode hidroponik ini nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tanaman dapat diberikan secara lebih optimal dan terkendali. Tanaman yang ditanam dengan  cara hidroponik ini bisa tumbuh 30 % lebih cepat di bandingkan dengan yang ditanam di tanah. Hal ini karena akar tidak harus tumbuh dan mencari terus kedalam tanah sehingga kebutuhan unsur hara terpenuhi melalui media air. Biasanya menggunakan Rockwool karena mampu menyerap air dan dibuat untuk kepadatan tertentu sehingga tanaman tetap dapat terapung dan berkembang dengan baik. 

Jadi intinya dengan hidroponik memudahkan budidaya sayuran dengan lahan sempit nih misalnya di sela-sela rumah di deket dapur, di depan rumah yang juga bisa buat hiasan juga sehingga punya nilai estetik. satu lagi, dengan hidroponik bisa panen sesuai dengan jadwal yang diinginkan serta produk yang dihasilkan lebih sehat karena tidak ada input pestisida kimia. 

METODE HIDROPONIK SUBSTRAT


#.Bahan

1.      Cocopeat

2.      Arang sekam

3.      Pupuk cair
4.      Bibit selada
5.      Bibit bayam
6.      Bibit pakcoy
7.      Bibit sawi

#.Alat
1.      Cetok
2.      Timba
3.      Pot

#.Cara Kerja
1.      Menyiapkan media padat dengan formulasi perbandingan sebagai berikut:
Perlakuan
Perbandingan Komposisi Media
Arang Sekam
Cocopeat
Arang Sekam : Cocopeat
A
1
0
0
B
0
1
0
C
0
0
1        : 1
2.      Memasukan media tersebut kedalam pot yang telah disediakan.
3.      Menyiapkan bibit yang baik untuk ditanamsesuai dengan jenis tanaman yang telah ditentukan.
4.      Menanam bibit sesuai jenis yang ditentukan dan membuat ulangan.
5.      Menyiram media dengan air bersih.
6.      Melakukan pemeliharaan dan perawatan.
7.      Melakukan pengamatan setiap minggu dengan parameter : tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, jumlah umbi dan berat umbi.
 

Ilustrasi gambar hidroponik substrat. Oleh: Bagus Edi

METODE HIDROPONIK NONSUBTRAT


#. Bahan

1.      Bibit kangkung

2.      Bibit sawi

3.      Bibit pakcoy
4.      Bibit selada
5.      Bibit bayam

#.Alat
1.      Bak/timba
2.      Larutan nutrisi (bisa menggunakan Pupuk organik cair)
3.      Pompa
4.      Talang
5.      Pipa
6.      Netpot
7.      Rockwool

#. Cara Kerja
1.    Menyiapkan peralatan sistem hidroponik NFT dengan talang yang telah disediakan dengan volume air sesuai kebutuhan.
2.    Membuat larutan nutrisi.
3.    Mencabut bibit yang telah ditentukan yang sudah tersedia dengan bantuan alat pencungkil.
4.    Menanam bibit kailan pada talang yang terisi air dan formula terlampir.
5.    Melakukan perawatan dengan cara mengalirkan larutan nutrisi dengan menggunakan pompa.
6.    Mengamati pertumbuhan dan perkembangan tanaman kailan.  
7. Melakukan pengamatan dengan parameter: jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman, jumlah akar dan panjang akar.
 

Sekian ulasan mengenai hidroponik, mohon maaf bila ada salah. terimakasih dan semoga bermanfaat