Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Cara Pembuatan Bokashi dan POC Serta Peluang Usaha

Limbah menjadi salah satu masalah penting karena pengaruhnya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. beberapa limbah dihasilkan oleh industri rumah tangga atau rumah tangga bukan industri seperti limbah sayuran dan buah-buahan. Nah, dari situ kita bisa memanfaatkannya sebagai pupuk. manfaatnya tidak hanya untuk mengolah limbah dan menjaga kebersihan lingkungan saja tetapi juga bisa dikomersialkan sebagai pupuk. Selain itu, kelebihan pupuk dari limbah yaitu menghemat cost untuk budidaya pertanian. Oke, langsung saja kita ulas bagaimana teknik membuat pupuk dari limbah. untuk kali ini kita akan membahas cara pembuatan bokashi dan pupuk cair.

Bokashi
Bahan :
  1. Jerami 20 kg termasuk berbagai jenis rumput / pupuk hijau dipotong-potong sepanjang 5 s/d 10 cm (Bisa diganti dengan limbah sayuran)
  2. Dedak 1 kg
  3. Sekam 20 kg.
  4. Gula pasir 1 sendok makan
  5. EM4 20 ml (2 sendok makan)
  6. Air secukupnya.
  7. bahan-bahan nomor 1 bisa diganti dengan limbah ternak, cara pembuatannya sama dengan limbah sayuran.
Cara Pembuatan :
  1. Larutkan EM 4 dan gula ke dalam air
  2. semua material dicampur secara merata
  3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam campuran material secara merata sampai kandungan air campuran mencapai 30%. Bila campuran dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan terurai atau biasa disebut dengan kapasitas lapang.
  4. campuran digundukan di  tempat yang kering dengan ketinggian adonan antara 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.
  5. Pertahankan suhu gundukan campuran 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.
  6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

POC (Pupuk Organik Cair)
Alat dan Bahan :
  1. Drum/ jerigen
  2. Cair: urine/ limbah cucian ikan/ cucian daging dll
  3. Padat: Kotoran sapi, kambing, unggas
  4. Hijauan: Tanaman Legume (gliricide, lamtoro, rumput wedusan dll) dan tanaman pakis-pakisan.
  5. Tetes tebu/ gula pasir/ gula jawa
  6. Buah-buahan busuk: pepaya, nangka, pisang, semangka dll
  7. Bacteri pengurai, bisa menggunakan EM4
  8. Abu: Abu dapur, abu sekam dan abu daun bambu
Cara Membuat
  1. Siapkan drum/ jerigen bersihkan jika kotor, jika kesulitan mendapatkannya bisa memakai timba yang berutup.
  2. Masukkan semua bahan kedalam timba, komposisi bahan sebaiknya lebih banyak cairnya daripada padatnya dengan prosentase 70% cair dan 30% padat.
  3. Aduk-aduk lalu tutup rapat dan bisa menggunakan plastik lebar yang ditali dengan karet ban (karena proses ini menggunakan bacteri anaerob)
  4. Tiap 3 hari sekali harus dibuka dan di aduk-aduk dan amati perubahan warna dan baunya
  5. Setelah 1 bulan pupuk organik cair siap digunakan (tanda-tanda jadi yaitu bau tidak menyengat dan warna cairan dan bahan hitam kecoklatan atau putih seperti jamu beras kencur)
Cara Aplikasi :
  1. Saring larutan menggunakan kain lalu semprotkan ketanaman dengan konsentrasi 1 gelas 200ml/ tangki semprot.
  2. Ampasnya bisa dikeringkan dan gunakan sebagai pupuk organik padat atau diolah menjadi bokashi.
Catatan : EM4 bisa dibut dengan melarutkan 1 kg gula merah yang ditambah air satu liter dan mencampurnya dengan 1 kg pelepah pisang.

Apa Kelebihan Menggunakan POC dan Bokasi ?
Kunci dari keberhasilan pembuatan POC dan Bokashi adalah terletak pada teknik pembuatan dan kondisi fisik lingkungan (suhu dan kelembaban). Usaha ini selain mengurangi limbah juga berpotensi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk kimiawi sintesis yang dapat menimbulkan residu pada tanah ataupun tanaman. Selain itu, dengan aplikasi POC dan bokashi  bisa dijadikan referensi untuk menuju pertanian organik.kelebihan lainnya yaitu bahan baku yang mudah ditemukan seperti di pasar tradisional, limbah sayur sengaj dibuang dan belum ada penanganan lebih lanjut sehingga untuk POC dan Bokashi yang dikomersilkan menjadi lebih berpotensi.

Teknik Penjualan Bokashi dan POC 
Apabila anda berminat untuk dikomersilkan anda bisa menjualnya dengan kemasan yang menarik. untuk kemashan bokashi bisa menggunakn plastik atau karung ukuran 5 kg atau 10 kg. pada kemasannya tertera tanggal selesai pembuatan dan komposisinya. dengakan untuk POC bisa menggunakan botol kaca bekas seperti botol bekas sirup. pada botolnya dicantumkan informasi mengenai komposisi bahan, tanggal siap aplikasi, dan dosis pemakaian. Untuk segmen pasar bisa dijual langsung ke petani atau bisa dijual ke toko bunga.

Bagaimana? anda tertarik untuk usaha POC dan bokashi? silahkan mencoba, semoga informasi dari kami bermnfaat