Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Budidaya Tanaman Semangka di Musim Kemarau



Semangka merupakan komoditas hortikultura yang pupoler di Indonesia. Bahkah permintaan semangka akan naik hingga 3x lipat pada saat bulan ramadhan. Selain pada bulan ramadhan, permintaan semangka juga meningkatkan ketika cuaca panas atau pada musim kemarau sehingga pada musim kemarau merupakan peluang untuk usahatani semangka.

Nah, budidaya semangka pada musim kemarau menjadi tantangan tersendiri bagi petani karena tanaman semangka merupakan tanaman yang gemar terhadap kebutuhan air. Apabila kekurangan air semangka mudah terserang penyakit, mudah layu, dan berukuran kecil. Melihat beberapa resiko tersebut budidaya semangka memerlukan teknik khusus. Salah satu teknik yang bisa diterapkan adalah teknik embung.

Teknik embung adalah teknik yang digunakan untuk budidaya tanaman semangka dengan membuat aliran air didekat bedengan tanaman guna sebagai tempat cadangan air sekaligus tempat mengalirnya air. Sehingga memudahkan dalam proses pengairan. Teknik ini digunakan untuk mengoptimalkan kegunaan air sehingga air tidak terbuang dan seluruhnya dapat diserap oleh akar tanaman semangka.

Bagaimana cara budidaya buah semangka? 
Langsung saja kita bahas.

1. Persiapan benih, dilakukan dengan menentukan benih yang bernas. Indikator benih yang bernas adalah benih yang tenggelam di dalam air.

2. Pembuatan bedengan, dilakukan dengan membuat bedengan dengan lebar 3 meter dan bagian yang diolah hanya 80-100 cm dari pinggir, sedangkan bagian tengahnya cukup dibersihkan saja. Tanah yang diolah dibuat guludan kemudian pada pinggir guludan dibuat saluran drainase dengan lebar 40 cm dan kedalaman ± 10-15 cm, yang nantinya digunakan untuk pengairan. Ketika pembuatan bedengan alangkah lebih baiknya dengan mencampurkan bahan organik sehingga mikroorganisme dalam tanah menjadi lebih aktif. 

3. Pembuatan lubang pada guludan dengan ukuran 20x20x20 cm, dan jarak antar lubang ± 1 meter. Pemupukan pratanam dilakukan seminggu sebelum  tanam sebanyak 2-3 kg setiap lubang dengan cara mencampurkan pada tanah galian lubang.

4. Pembibitan, dilakuan agar tanaman dapat tumbuh baik, sehat dan cepat beradaptasi dengan lingkungan
• Perendaman benih menggunakan fungisida atau biofungisida selama 5 sampai 10 menit.
• Siapkan 3 lembar kertas buram yang telah dibasahi, letakkan/susun 
benih yang telah direndam kemudian tutup dengan 3 lembar kertas 
Buram yang telah dibasahi dan selama + 2 hari usahakan kertas 
Buram dalam keadaan lembab.
• Setelah benih berkecambah dapat dipindahkan kemedia semai atau media sosis dari tanah dan pupuk kandang (3 :1).
• Persemaian ditempatkan pada tempat terbuka dengan diberi naungan yang dapat diatur.
• Pemeliharaan bibit meliputi penyiraman, pengaturan naungan dan pengendalian hama dan penyakit.

5. Penanaman, dilakukan dengan memindahkan bibit apabila telah berdaun 4 lembar (berumur 14 hari). Penanaman bibit dilakukan dengan cara langsung memindahkan 1 media sosis yang  berisi 1 tanaman semangka kedalam lubang tanam.

6. Pemupukan, dilakukan dengan menerapkan jadwal pemupukan sebagai berikut :
Oleh : I Nyoman Ade J.

7. Penyiraman dilakukan 4 hari sekali dengan mengalirkan air dari tandon air ke selokan atau saluran drainase dan dibiarkan sampai selokan penuh dan air 
meresap ke petakan tanaman.

8. Penyiangan, dilakukan apabila gulma tumbuh di petakan lahan dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan tanaman.

9. Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan dengan cara menyemprotkan biofungisida berbahan aktif trichoderma untuk mengendalikan penyakit dan menyemprotkan insektisida atau pestisida nabati untuk mengendalikan hama.

10. Pemangkasan dan pemilihan buah Untuk mendapatkan bush yang berukuran besar dalam satu tanaman cukup dipelihara 1-2 buah. Untuk pembenihan satu tanaman satu buah dengan perawatan yang lebih intensif.

11.Panen, dilakukan apabila buah sudah masak yang ditandai dengan sudah mengeringnya sulur dekat tangkai buah atau tangkai buah sudah kekuningan dan bila buah diketuk menggunakan ujung telapak tangan buah terasa bergetar.