Tekan(X) 2 kali untuk menutup
atau "Sukai Halaman" untuk Mendukung Kami ×

Pengertian dan Teori PERTUMBUHAN EKONOMI Menurut Para Ahli (LENGKAP)

Biasanya orang lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang singkat dan jelas. oleh sebab itu, ada baiknya apabila sejak awal kita mempunyai definisi yang singkat mengenai pertumbuhan ekonomi dan teori pertumbuhan ekonomi.

Pengertian dan Teori PERTUMBUHAN EKONOMI Menurut Para Ahli (LENGKAP)


Apa yang kita maksud dengan "pertumbuhan ekonomi"?. Secara singkat, pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang. Perhatikan tekanannya pada tiga aspek, yaitu: proses, output perkapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi adalah suatu "proses", bukan suatu gambaran ekonomi pada suatu saat. Di sini kita melihat aspek dinamis dari suatu perekonomian, yaitu melihat bagaimana suatu perekonomian berkembang atau berubah dari waktu ke waktu. tekanannya pada perubahan atau perkembangan itu sendiri.


Pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan kenaikan "output" perkapita. Disini jelas ada dua sisi yang perlu diperhatikan, yaitu: sisi output totalnya (GDP) dan sisi jumlah produknya. Output perkapita adalah output total dibagi jumlah penduduk. Jadi proses kenaikan output perkapita, tidak bisa tidak, harus dianalisa dengan jalan melihat apa yang terjadi pada output total di satu pihak, dan jumlah penduduk di lain pihak. 

Suatu teori pertumbuhan ekonomi lengkap haruslah bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan GDP total dan apa yang terjadi dengan jumlah penduduk. Dengan lain perkataan teori tersebut harus mencakup teori mengenai pertumbuhan GDP total dan teori mengenai pertumbuhan penduduk. Sebab hanya apabila kedua aspek tersebut bisa dijelaskan, maka perkembangan output perkapita bisa dijelaskan.

Aspek yang ketiga dari definisi "pertumbuhan ekonomi" adalah perspektif waktu jangka panjang. Kenaikan output perkapita selama satu atau dua tahun yang kemudian diikuti dengan penurunan output perkapita bukan pertumbuhan ekonomi. Suatu perekonomian tumbuh apabila dalam jangka waktu yang cukup lama (10,20,50 tahun atau bahkan lebih) mengalami kenaikan output perkapita. Tentu saja bisa terjadi bahwa pada suatu tahun, output per kapita merosot (misalnya, karena kegagalan panen). Tetapi apabila selama jangka waktu yang cukup panjang tersebut output per kapita menunjang kecenderungan yang jelas untuk menarik, maka kita katakan bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi. 

Makna perspektif jangka panjang ini bisa dilihat dari segi lain. Beberapa ekonom berpendapat bahwa adanya kecenderungan bagi output perkapita saja tidaklah cukup. Mereka memberikan persyaratan yang lebih ketat kepada pengertian "pertumbuhan ekonomi". Pertumbuhan ekonomi menurut tafsiran ini dikatakan terjadi apabila ada kecenderungan output perkapita untuk naik yang bersumber dari proses Inten perekonomian tersebut. jadi kecenderungan untuk tersebut menurut persyaratan ini haruslah berasal dari kekuatan yang berasal dari dalam perekonomian sendiri, bukan berasal dari luar dan bersifat sementara. 

Istilahnya proses pertumbuhan ekonomi harus bersifat self-generating, yang berarti bahwa proses pertumbuhan itu sendiri menelorkan kekuatan atau momentum bagi timbulnya kelanjutan pertumbuhan tersebut. Dalam periode periode selanjutnya persyaratan ini mungkin agak terlalu ketat, tetapi apabila dipenuhi maka kita bisa yakin bahwa kenaikan untuk perkapita tersebut akan merupakan proses jangka panjang.

Teori pertumbuhan ekonomi 

Teori pertumbuhan ekonomi bisa kita didefinisikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output perkapita dengan jangka panjang. dan penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan. jadi teori pertumbuhan ekonomi tidak lain adalah suatu kriteria yang logis mengenai bagaimana proses pertumbuhan terjadi.

Satu hal yang perlu ditekankan sejak awal adalah bahwa di dalam ilmu ekonomi tidak hanya terdapat satu teori pertumbuhan. terdapat banyak dari pertumbuhan yang sampai saat ini dan mungkin di masa yang akan datang. tidak ada satu teori pertumbuhan yang menyeluruh dan lengkap dan merupakan satu-satunya teori pertumbuhan yang baku. berbagai ekonom besar sejak lahirnya ilmu ekonomi mempunyai pandangan atau persepsi yang tidak selalu sama mengenai proses pertumbuhan suatu perekonomian seringkali pandangan atau persepsi ini sangat dipengaruhi oleh keadaan atau peristiwa-peristiwa pada waktu ekonomi tersebut hidup. 

Seringkali pula teori pertumbuhan seorang ekonom dipengaruhi oleh ideologi yang dianut oleh ekonomi itu, sehingga aspek-aspek yang ditonjolkan dalam teorinya mencerminkan kecenderungan ideologisnya. Ini semua perlu dipahami oleh setiap orang yang mempelajari teori pertumbuhan (dan ilmu ekonomi pada umumnya). Jangan sampai kita berpendapat bahwa teori yang kebetulan kita pelajari adalah satu-satunya kebenaran yang tidak bisa dibantah. semakin banyak teori yang dipelajari semakin luas pandangan kita dan semakin mudah kita menghindari perangkat fanatisme intelektual tersebut.


Mazhab analitis menekankan kepada teori atau kriteria yang bisa mengungkapkan proses pertumbuhan secara logis dan konsisten. tapi sering meskipun tidak selalu bersifat abstrak dan kurang menekankan kepada isi empiris (historisnya). Teori-teori  ini mengutamakan diperolehnya kerangka pemikiran yang teruji logika abstraksinya dan seakan-akan menomorduakan pengujian empiris historisnya kecenderungan semacam ini terlihat lebih jelas dalam teori-teori yang disebut teori-teori pertumbuhan modern teori-teori pertumbuhan ekonomi yang akan dibahas pada kesempatan kali ini dapat dikelompokkan menjadi:


Teori Teori Neoklasik

Teori teori neoklasik yang mencakup teori pertumbuhan dari Adam Smith, David Ricardo dan always Arthur Lewis. Sebenarnya adalah ekonom yang hidup di zaman modern (sekarang). Tetapi teori pertumbuhannya langsung bersumber dari teori kaum klasik khususnya Ricardo. Perbedaan teori Lewis dengan teori teori klasik Adam Smith dan Ricardo terletak pada penekanan oleh Lewis pada aspek dualisme perekonomian yaitu adanya sektor modern dan sektor tradisional yang masing-masing memiliki ciri-ciri khusus ekonomi khusus.

Teori - Teori Modern

Teori -teori modern yang menyangkut 4 sub golongan yaitu: 
  1. Teori pertumbuhan yang tumbuh dari teori makro keines (keynesian) termasuk disini teori pertumbuhan Harrod Domar, Kaldor
  2. Teori pertumbuhan NeoKlasik. Teori diwakili terutama oleh teori Robert solow dan Trevor Swan
  3. Teori pertumbuhan optimum. Teori ini bertujuan mencari jalur pertumbuhan yang paling baik (optimum) bagi suatu perekonomian termasuk disini teori mengenai "Dalil Emas" (Golden rule) dan teori "Jalan Raya" (Turnpike).
  4. Teori pertumbuhan dengan "Uang". Ini adalah perkembangan lanjut dari teori pertumbuhan neoklasik. tetapi dengan tambahan adanya uang di dalam perekonomian sebagai alat tukar dan sebagai alat penyimpanan kekayaan. Teori pokoknya berawal dari karya James tobin
Di samping teori-teori tersebut ada satu teori pertumbuhan lagi yang sulit untuk diklasifikasikan.Teori ini adalah teori pertumbuhan dari Jjoseph schumpeterr.kerangka joseph schumpeter banyak yang bersifat fisik tetapi kesimpulan kesimpulannya nampak lebih dekat dengan kesimpulan kesimpulan teori pertumbuhan modern.

Demikian ulasan artikel kami terkait dengan Pengertian dan Teori PERTUMBUHAN EKONOMI Menurut Para Ahli (LENGKAP) yang kami rangkum dari berbagai macam buku bacaan pribadi kami. Semoga bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung di blog kami.

RECOMENDED TO READ


Top